Wednesday, June 11, 2008

We're going to designboom mart Sidney












Banyak sekali hal yang terjadi dalam 2 minggu terakhir ini.
Selama waktu itu, semua serasa bergulir semakin cepat saja.

Setelah minggu lalu kami, sekali lagi Alhamdullilah, bisa mengikuti pameran Industri kreatif di JHCC (balai sidang Senayan Jakarta), hari ini saya mendapat kabar terbaru.
Baru saja saya mendapat email, produk kami lolos seleksi untuk mengikuti pameran Designboom.com design mart di Sidney Australia.

Mungkin saya bisa cerita sedikit tentang designboom.
Designboom adalah sebuah portal desain yang cukup terpandang saat ini. Mereka banyak meliput kegiatan-kegiatan exebisi, profil designer, kompetisi hingga mengadakan training.

Namun, berbeda dengan web portal lainnya, mereka juga mengadakan kegiatan rutin offline yang namanya designboom mart.
Designboom mart ini adalah sebuah exebisi sekaligus pasar produk desain, dimana banyak desainer-desainer muda dari seluruh dunia menampilkan hasil karya mereka untuk dinikmati, diperdagangkan dan dikritik oleh masyarakat.
Exebisi ini berlangsung di beberapa kota-kota penting dunia. Saat ini rutin berlangsung di New York, Tokyo dan kalau tidak salah Milan. Nah, tahun ini mereka menambah 1 kota lagi, Sidney.

Di Sidney inilah kesempatan saya datang. Kira-kira, tiga minggu yang lalu, bersamaan dengan datangnya info pameran di JHCC, saya mendapatkan informasi dari Ferry Tantono mengenai designboom mart Sidney.
Ferry sendiri adalah seorang pendiri Indonesianyoungdesigner.com, sebuah portal desain utk berkumpul desainer-desainer Indonesia. Dalam emailnya dia menawarkan kesempatan bagi desainer-desainer lokal yang ingin ikut serta dalam designboom mart di Sidney.
Ya sudah, saya-pun segera mengirimkan beberapa photo produk saya berikut sedikit keterangan dan CV saya.

Hasilnya?
Yah, Alhamdullilah, produk saya lolos seleksi yang dilakukan oleh pihak designboom.

So..
SIDNEY, HERE WE COME !

Tuesday, June 10, 2008

Oleh-oleh dari pameran Industri kreatif (bag 2)

Kualitas hasil kerja pengrajin kita

Di pameran kemarin, selain jualan, saya menyempatkan diri untuk sedikit ngobrol dengan beberapa pemilik usaha lain yang ada di sekitar booth saya. Salah satunya, saya sempat ngobrol banyak dengan Alain. Dia adalah pemilik distro insomnia.

Walau berfokus pada hal yang berbeda (distro biasanya lebih fokus ke desain, sedangkan saya selain desain juga fungsi yang bisa mempermudah hidup pengguna produk saya), sebenarnya apa yang kami kerjakan kurang lebih sama.

Satu hal yang serupa adalah cara kita memproduksi barang. Kami bedua lebih fokus pada usaha menciptakan desain-desain baru, sedangkan masalah produksi lebih banyak dilakukan pihak ketiga. Dari sini, kami mengalami masalah yang serupa, sangat sulit mengontrol stabilitas kualitas dari hasil kerja pengrajin-pengrajin kita. Ketika order sedikit, kualitas biasanya cukup terjaga (walau kadang mereka agak males mengerjakannya karena quantity yang sedikit), itu saja masih banyak kekurangannya.

Tetapi ketika order semakin banyak, masalah mulai timbul. Mulai dari waktu yang sulit diprediksi, masalah bahan baku hingga yang paling parah, kualitas.

Repotkan.
Kami yang sedang berusaha menciptakan brand dan desain yang baik mengalami hambatan karenanya.

lalu bagaimana solusinya?
Nah inilah yang sedang saya cari. Mengerjakan sendiri urusan produksi tentu menjadi jalan keluar. Tapi buat saya yang baru saja mulai, rasanya masih berat untuk menanggung fix cost yang tinggi sementara jalur distribusi dan pemasaran belum cukup kuat.

Ada yang pernah mengalaminya dan punya solusi?
Saya tunggu sharingnya ya

Monday, June 9, 2008

Dari pameran Industri kreatif (bag 1)

Reaksi atasan di kantor dan kekuatan industri kreatif

Dalam rangka ikutan pameran, dari hari Rabu tgl 4 Juni kemarin saya mengajukan cuti dari kantor. Dan alhamdulilah, saya tidak mengajukan alasan palsu. Saya bilang saja kalau usaha pribadi saya mengikuti sebuah pameran di JHCC.

Karena saya hanya mengambil cuti 3 hari, hari Jum'atnya kembali masuk kantor. Tugas jaga booth diserahkan ke istri dan sepupu. Gantian dia yang cutilah, kalau terus-terusan bisa repot kita, maklum masih amphibi :)

Ternyata, selama saya tidak masuk 3 hari ada beberapa perubahan terjadi di kantor.
Karena itu, pagi hari saya dipanggil bos untuk diupdate beberapa hal yang terjadi selama 3 hari kemarin dan planning ke depan divisi kami.

Oklah, itu sih biasa..it's normal and should be done by our superior.
Yang agak lain, yah, tentu saja, ujung-ujungnya dia sedikit memberikan opini terhadap usaha yang sedang saya jalankan.
Cuman kok ya. Saya ga tahu, kok sepertinya seperti sedikit diremehkan ya.

Alasannya gini. Karena kebetulan saya berkerja di sebuah divisi pengembangan produk, inovasi dari segala sisi adalah raja. Ini menjadikan perusahaan memiliki sisi kompetitif sehingga kompetitor tidak mudah memasuki pasar.
Saya 100% setuju dengan hal ini. Tapi yang mengganjal buat saya, mengapa hal ini dijadikan alasan untuk "merendahkan" bisnis yang yang produknya notabene "sederhana" dalam hal proses produksinya.
Mosok kita-kita pengusaha mikro ini harus menggunakan teknologi tinggi (nano misalnya), baru kemudian usaha tersebut dianggap layak utk dijalankan.

Anyway, yang orang seringkali lupa, ada faktor kompetensi lain yang khas di dunia industri kreatif, yaitu kreatifitas itu sendiri.
Dengan kreatifitas ini, si pelaku seringkali bisa menciptakan sebuah produk barang maupun jasa dengan tingkat inovasi dan kompetesnsi yang tinggi, terlepas dari masalah teknologi atau hal-hal lainnya.

Di film misalnya. Ada kalanya tercipta sebuah film box office.Walau dari segi pengerjaan, film ini tidak memerlukan special effect super canggih yang memerlukan render farm jutaan dolar untuk mengolah data 3Dnya. Kekuatan dari film ini adalah ide cerita, yang notabene adalah hasil kreatifitas si penulis cerita.

Atau di industri tas misalnya. Disini ada brand bernama Crampler dari Australia. Brand ini adalah sebuah contoh produk yang meletakkan kekuatannya pada daya kreasi. Mereka menciptakan tas dengan desain, grafis dan nama yang unik. Lagi-lagi kekuatan disini bukanlah teknologi semata.

Kembali ke kantor. Yah, memang itulah yang terjadi dan dihadapi saya.
Tapi sikap meremehkan seperti ini tentu saja tidak akan membuat saya jera atau rendah diri. Sebaliknya pandangan seperti ini justru saya anggap sebagai bahan bakar untuk terus semangat dalam menjalankan usaha-usaha saya.

Insya Allah..

Monday, June 2, 2008

Sudah tengah tahun

Wahh..tidak terasa, sudah tengah tahun

Tidak terasa, sudah banyak sekali yang berubah selama setengah tahun ini.
Mulai dari usaha bisnis, Januari kemarin, kami baru saja mulai membuat
model sleeve eee pc pertama kami. Hari ini, kami bersiap-siap untuk
mengikuti pameran di JHCC.

Begitu juga kegiatan-kegiatan lainnya. Sekitar 1,5 bulan yang lalu saya
mulai join di komunitas TDA. Masih berstatus pengamat sih, tapi ke
depannya semoga bisa ikut pula berkontribusi.

Apalagi..

Ohh, proyek yang menyita banyak waktu itu belum juga selesai. Proses
pengembangan produk baru pesenan klien ini sudah memasuki tahapan
detailing desain. Insya Allah, pertengahan bulan sudah selesai desainnya.

Babarafi..bulan ini Cecep, karyawan saya genep 3 bulan ikut saya.
Rekor lho. Yang sebelum-sebelumnya paling lama hanya bertahan 2 bulan.
Insya Allah dia bisa awet terus ikut dengan saya dan berkembang ke depannya.

Yah, begitulah..
Allhamdullilah masih terus ada kegiatan, dan terus semangat :)

Sekarang, mari kita susun langkah dan strategi menjelang paruh kedua
tahun 2008 ini.

Wednesday, April 30, 2008

Crowded week

Ahh..hampir dua mingguan ga nulis nih.
Kinda crowed lately. Banyak banget yang harus dikerjakan 2 minggu
terakhir ini.

Tapi ada hal lama yang kembali.

Sejak setahun yang lalu, gw memutuskan untuk coba mendatangkan rejeki
dari sumber berbeda dari yang gw tahu selama ini. Coba berdagang baik
online maupun offline. Konsekwensinya, banyak kerjaan yang sifatnya
investasi dalam bentuk waktu, tenaga dan uang.
Ini semua berbeda dengan apa yang dulu gw lakukan (selain ngantor
maksudnya, kalo yg ini dari dulu masih sama sampai sekarang). Dulu gw
lebih banyak mengerjakan proyek-proyek sampingan yang sifatnya jasa dan
bukan berdagang.
Nah, ini nih yang belakangan datang lagi.

Sejak dua minggu lalu, gw dan beberapa teman lama mulai mengerjakan
proyek pengembangan produk baru untuk sebuah perusahaan yang cukup
besar. Skup pekerjaannya cukup besar, mulai dari pengembangan konsep, 3D
drawing hingga ke analisa kekuatan.
Banyak kan. Makanya proyek ini benar-benar menyita waktu luang yang
sudah ga banyak.

Lucunya, kemarin itu gw terpasang ngeset ulang komputer di rumah. Maklum
karena sudah berubah orientasi, banyak tools-tools yang diperlukan sudah
tidak terinstall lagi.

Memang repot..tapi lumayanlah..
Insya Allah, rejeki dari situ bisa kami putar lagi untuk menambah modal
dagangan dan keperluan lainnya.

Cuman ada hal yang bisa dijadikan pelajaran disini.
Ada baiknya kita tidak menutup diri kita dari arah datangnya rejeki.
Kadang, ada saja datangnya dari sumber yang kita kira sudah tidak
menghasilkan lagi. Dan satu lagi, yakinlah kalau silaturahmi itu
penting. Hubungan yang baik akan membawa berkah, kalau tidak sekarang,
bisa jadi di masa depan.

In the mean time, kerjaan untuk memperbaikin online store dan blog ideee
juga harus jalan..
What a crowded week :)

Tuesday, April 8, 2008

Tahitian Noni - Ironi buah mengkudu

Pernah dengar mengkudu?
Ya, ini pohon dengan buah beraroma ga sedep tapi baik untuk kesehatan itu.
Terus terang saya enggak tahu darimana asal pohon ini, tapi yang di
jelas banyak terdapat di negeri kita. Ibu di rumah juga nanam sendiri
dan tumbuh dengan baik.

Nah saya ada cerita menarik soal mengkudu ini.
Cuman kali ini bukan cerita tentang khasiatnya. Soal ini saya yakin
sudah banyak tulisan-tulisan yang membahasnya.
Kali ini saya akan membahasnya dari segi kreatif, bagaimana seseorang
bisa membuatnya menjadi produk yang sangat tinggi nilainya.

Singkat cerita, sekitar sebulan yang lalu saya diperkenalkan sebuah
produk minuman kesehatan yang namanya Tahitian Noni.Pernah dengar?
Produk ini dipasarkan dengan sistem penjualan langsung dan
didistribusikan melalui network marketing. Bahasa gampangnya MLM. Dan
seperti umumnya produk yang dijual melalui MLM, harga jual ke konsumen
Tahitian Noni ini juga mahal sekali (setidaknya untuk ukuran kantong
saya), kira-kira bisa seharga sebotol wishky atau champage di bar-bar
seputar Jakarta.

Minuman yang mahal ini, menurut cerita terbuat dari buah Noni yang telah
ribuan tahun dipergunakan oleh masyarakat Tahiti sebagai tanaman kesehatan.
Tapi apakah Noni itu sebenarnya? Buah mengkudu! Ya, mengkudu yang ada di
rumah saya itu!

Luar biasa, bagaimana mungkin mengkudu bisa menjadi minuman yang dijual
hampir 1/2jt rupiah per botolnya..? (ada yang beli lagi)

Nah itu dia..
Ini memang pinter-pinternya orang Amerika.
Mereka bisa mengemas produk ini menjadi barang yang begitu tinggi nilainya.

Sebagai pelajaran kita semua, ada sedikit insight yang saya ambil dari
video presentasinya. Ini akan memberika kepada kita gambaran bagaimana
mereka melakukannya. Ini beberapa hal yang mereka lakukan :

1. Create a story behind a product
Tidak sekadar menjual, mereka juga meramu sebuah cerita yang sangat
menarik di balik produk ini. Ada sisi eksotisme diambil disini. Minuman
ini diidentikkan dengan buah misterius dan rahasian dari kepulauan
Tahiti dan ditemukan kembali oleh orang barat melalui perjalanan yang
penuh petualangan.

2. Memadukan teknologi modern dengan pengetahuan kuno
Seperti layaknya produk dari negara maju, mereka membuat produk melalui
riset dan diproduksi dengan teknologi terkini. Apa yang terkandung di
dalamnya dijelaskan sekaligus manfaatnya.

3. Meracik rasa sesuai target pasar
Rasa buah mengkudu sudah pasti tidak enak. Tetapi berbeda dengan produk
ini. Mereka mencapurnya dengan sari buah lain sehingga rasa yang timbul
bisa diterima oleh kalangan yang lebih luas. Sebagai gambaran, coba kita
berikan jamu kepada orang-orang Amerika, sudah pasti mereka tidak akan
suka dengan rasanya.

4. Desain kemasan
Kemasan produk ini sangat mewah. Sari mengkudu ditempatkan dalam botol
tebal berwarna hijau transparan. Tutupnya dilindungi dengan segel
berwarna emas. Sepintas mirip sekali dengan botol champage.

Bagaimana?
Buat saya, apa yang mereka lakukan ini sangat luar biasa.

Cuman dibalik itu,saya kok merasa miris ya..?
Mosok untuk minum mengkudu kita harus beli mahal, dari orang Amerika lagi..
Padahal pohonnya ada di halaman rumah saya...

Saturday, April 5, 2008

ideee - tips eee pc dalam bahasa Indonesia

Puihh...

Pagi ini repot juga, ngurusin warung kebab, input keuangan optimusbags dan bikin blog baru :)

Ya, gw memutuskan bikin blog baru yang khusus berisi tips, howtos dan wallpaper khusus untuk Asus eee pc yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

Why?
Yah, bagi-bagis ilmulah. Sharing apa yang gw tahu tentang Asus eee pc, sekalian jualan :)
Blog ini akan dilink dengan optimusbags, saling mendukunglah.
Boleh dong..

Sekarang masih dalam pengembangan, mudah-mudah2an 1 minggu ke depan sudah ada lebih banyak artikel dan wallpaper yang bisa di download.

Tertarik?
Silahkan kunjungi linknya ideee.co.cc