Used to be my personal blog. Along the years, i began to know where i'm up to. Then, i decided to change it into a blog that explore innovation in various area, from mobile application, software, business idea to architecture design.
Tuesday, March 26, 2013
Design you product based on your believe and point of view
Sunday, September 14, 2008
Indonesia Good Design Selection
Tahun ini IGDS 2008 membuka 2 kategori :
1. KATEGORI 1 : Produk Industri Massal & telah dipasarkan
2. KATEGORI 2 : Produk Riset Desain Industri
Karya Penelitian, Pengembangan Produk, Tugas Mahasiswa
skala prototipe dan belum dipasarkan (lihat syarat).
Untuk lebih jelas, silahkan download syarat dan formulir pendaftarannya.
Syarat dan ketentuan 1
Syarat dan ketentuan 1
Formulir pendaftaran
Formulir HAKI
Sunday, September 7, 2008
Pencurian karya desain Indonesia (lagi!)
Dia menghadapi masalah hukum karena salah seorang buyernya, mematenkan karya Desak Suarti di negara asal di buyer tersebut.
Hal ini rupanya berkembang semakin luas dan menjadi keprihatinan bersama. Saat ini banyak desainer dan pengrajin di Bali yang terhambat kreatifitasnya karena kawatir hal ini terjadi pada mereka.
Anyway, sepertinya sudah ada langkah awal untuk mencegah hal ini terulang kembali. Baru-baru ini sebuah organisasi bernama Indonesian Archipelago Culture Initiatives (IACI). Saya sendiri belum mempelajarinya lebih jauh. Untuk informasi lebih jauh, silahkan kunjungi budaya-indonesia.org
Hayuk..mari sama-sama kita selamatkan karya leluhur dan kawan-kawan kita.
Thursday, August 28, 2008
My profile on designspotter.com
Couple weeks ago, i posted my work on designspotter.com
Well..it don't make it to the front page (to bad, i don't send them a better, bigger photo).
Anyway, i've got my profile on designspotter. Click the link here.
So..guys..
If you are a designer, send your design to them.
See if they or the world like it
Dare?
Tuesday, August 26, 2008
Desainer asia di Designboom Mart Sydney
Satu hal menarik dari Designboom kali ini adalah banyaknya peserta yang berasal dari Asia. Mungkin karena dekat ya..
Mereka datang dari Thailand, India, Hong Kong, China, Korea, Jepang dan tentu saja, Indonesia :)
Dari segi jumlah, mereka mendominasi sekitar separuh lebih desainer yang memamerkan karyanya.
Selain dari jumlah, ada hal lain yang menarik jika kita perhatikan lebih jauh.
Gw dan Jeff sempat memperhatikan sambil lalu karya-karya mereka, mencoba mencari benang merah disana.
Dan memang, ternyata terasa ada ciri khas tertentu yang menjadi karakter masing-masing negara.
Hayuk, kita mulai dari korea.
Kalau dilihat dari yang datang ke Designboom Mart ini, ciri khas desainer-desainer korea adalah cenderung banyak menggunakan warna-warna ke arah putih dan pastel pada produknya. Ini terlhat dari dua designer yang datang. Keduanya sama-sama memamerkan produk berbahan dasar keramik yang dipadu dengan warna-warna tersebut.
Lain halnya dengan desainer asal China dan Hong Kong, ada sedikit sentuhan budaya China pada karya mereka. Contohnya adalah karya Catherine Mui dari Goodss Hong Kong. Dia memadukan unsur Feng Sui pada karyanya. Yang lain coba memadukan unsur teknik bordir khas China dengan grafis yang lebih modern untuk tas hasil karyanya.
India? Kalau India sudah jelas. Pemilihan warna yang berani ala fashion Bolywood nampak disini.
Bagaimana dengan Jepang?
Di event ini ada 2 desainer Jepang yang ikut serta. Nosigner dan Wakako kita. Ciri khas yang nampak? Bentuk sederhana khas jepang dan tentu saja teknik pengolahan material yang unik.
Wakako kita menampilkan Oriori, sebuah tas berbahan dasar kertas. Tapi jangan banyangkan tasnya seperti kantung berbahan kertas di McD atau tukang gorengan pinggir jalan.
Wakako menggunakan bahan kertas yang dihasilan dengan teknik pengerjaan khusus. Hasilnya adalah kertas yang kuat, tahan lama dan memiliki penampilan yang menyerupai kulit. Material yang unik ini dipadukan dengan desain sederhana yang sepertinya memiliki unsur origami, seni lipat kertas khas Jepang.
Sekarang kita lihat karya dari Nosigner. Dia adalah satu satu desainer berbakat yang sudah mendapatkan banyak publikasi atas karya-karyanya yang luar biasa.
Dalam Desainboom Mart kali ini, dia membawa tatakan piring yang cantik sekali. Tatakan piring ini diinspirasi oleh kebiasaan lama kita yang menggunakan daun sebagai alas makan. Sebagai gantinya, dia membuat tatakan piring berbentuk daun yang dihiasi guratan-guratan urat daun berwarna emas, perak atau merah metalik yang sangat cantik.
Gambar urat daun ini dibuat dengan teknik termal printing, setidaknya itu yang dia katakan kepada semua orang.
So..?
Bottom line..Desainer Asia terus berkembang dan memberikan prespektif baru yang sangat khas Asia. Prespektif ini mencoba mencari jalan lain dari desain contenporer modern yang masih dipengaruhi desain Skandinavia, Bauhaus dan lainnya yang berkiblat ke Eropa. Pastinya akan semakin menarik di tahun-tahun mendatang.
Insya Allah gw bisa ikut terus dan merasakan perubahan ini..
Monday, August 25, 2008
Desinboom mart Sydney hari 1. Power House Museum
We're so excited...
Yah, ini adalah hari pertama acara akan dilaksanakan. Oleh panitia, kita diminta datang jam 10.00 waktu setempat untuk briefing dan mempersiapkan tempat masing-masing.
Saya dan Istri tercinta datang lebih awal lagi karena Ferry, kawan kami di Sydney, hanya bisa mampir sebentar sekitar jam 9.00 karena kebetulan ada kelas pagi hari itu.
Keluar dari Wake Up! hostel tempat kami menginap, kami membuka peta, coba mencari jalan yang paling enak untuk dilalui untuk sampai kesana. Maklum, jalan kaki :)
Setelah melihat perta, akhirnya kami memutuskan untuk melewati George Street, kemudian memotong diantara bangunan-bagunan untuk menuju Harris Street, lokasi dimana Power House Museum berada.
Setelah berjalan kaki selama kurang lebih 10-15 menit (jauh juga lho, kira-kira sekitar 2-3km),kami sampai di Power House.
Bagunan ini adalah sebuah museum desain dan teknologi. Strukturnya yang dibangun menggunakan konstruksi bangunan pembangkit listrik tua.
Cukup unik dan berhasil mempertahankan bangunan lama bersejarah. Menuru gw, si arsiteknya berhasil memadukan arsitektur lama awal abad 20 dengan gaya modern dengan baik sekali.
Sampai di tempat, kami baru mengetahui, acara ternyata dilaksanakan di dalam sebuah tenda besar di teras utama Power House Museum.
Awalnya agak ragu melihatnya. Lha, pas musim dingin gini kok camping di halaman? Tapi ternyata enggak masalah, di dalam tenda cukup hangat dan tersedia penghangat ruangan.
Disini juga kami pertama kali bertemu dengan Jeff, desainer asal Bali yang baik hati :)
Tak lama kemudian, desainer-desainer yang lain mulai datang.
Acara beres-berespun segera dimulai. Kami membereskan sendiri semuanya. Dari mulai mengatur meja, menata kursi-kursi hingga membuat dekorasi sederhana.
Ya, sepertinya begini adanya di negara maju. Semua kita lakukan sendiri, mungkin karena ongkos tukang disana mahal ya. Tapi syukurlah, paling enggak, tendanya sudah terpasang. Pastinya repot toh kalau harus memasang tenda sendiri.
Di acara kali ini, kami berempat dari Indonesia menyewa 2 meja. Jadi 1 meja dibagi untuk 2 desainer. Jeff berbagi meja dengan Bayu (orsospace element) dan saya berbagai meja dengan Fitorio (Fitorio studio). Acara beres-beres kelar sekitar jam 12an. Setelah itu acara bebas, tetapi Anita dari designboom meminta kami kembali sekitar jam 16.30 karena pameran akan dibuka pukul 18.00 hari itu juga.
Nah, karena sudah kelar..saatnya untuk makan dan jalan-jalan di sekiar Darling Harbour..
Malamnya, pameran dibuka sekitar jam 18.00 waktu setempat.
Yang paling menarik adalah antusiasme masyarakat Sydney. Sebelum acara dibuka, sudah banyak sekali masyarakat yang datang.
Pihak museum sampai melayangkan komplain beberapa kali, karena pengunjung mereka terpecah perhatiannya dan masuk ke lokasi pameran yang sebenernya belum dibuka.
Dan seperti yang sudah diduga. Malam itu ramai sekali.
Puluhan orang datang ke tenda yang tidak seberapa besar itu. Mereka melihat-lihat, bertanya dan jika tertarik membeli hasil karya desain yang mereka suka.
Menyenangkan sekali..
Satu hal lagi yang menarik. Mereka sangat menghargai karya seorang desainer, bahkan yang belum mereka kenal atau belum terkenal seperti kami-kami ini.
Salah satunya adalah komentar yang saya terima dari seorang pengunjung. Dia senang dengan tas gw (dan Alhamdullilah memutuskan membeli), tapi menurut dia harganya terlalu murah.
Dia bilang, dia juga seorang desainer, dia mengusulkan kepada gw untuk menaikkan harganya agar lebih pantas sebagai sebuah karya seorang desainer.
Yah, malam itu memang menyenangkan. Kami pulang dengan hati yang bersemangat sambil berjalan kaki menuju hostel kami..